Take a fresh look at your lifestyle.

Ariza Berkoar 100 persen Laporan Pelanggaran PPKM Darurat di Aplikasi JAKI tidak Bocor

0 0

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjamin, 100 persen laporan pelanggaran PPKM darurat yang masuk lewat aplikasi JAKI tidak bocor.

Pemerintah sengaja menyembunyikan identitas pelapor untuk melindungi mereka dari upaya intimidasi dari perusahaan tempatnya bekerja atau masyarakat di lingkungan sekitar rumah.

Baca juga: Identitas Pelapor di Aplikasi JAKI Bocor Akibatkan Diintimidasi Warga, Wagub DKI akan Sanksi Petugas

“Sejauh ini tidak ada laporan JAKI yang bocor, karena semua masuk melalui aplikasi yang dirahasiakan identitasnya,” kata Ariza di Balai Kota DKI, Rabu (14/7/2021) malam.

“Kalau lapornya di orang-orang lapangan seperti RT, RW dan tetangga itu bukan melalui aplikasi JAKI,” tambah politikus Partai Gerindra ini.

Dalam kesempatan itu, Ariza meminta masyarakat untuk melapor kepada petugas bila mendapati pelanggaran PPKM.

Dia berjanji, petugas akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan baik.

Baca juga: Laporkan Pelanggaran PPKM Darurat di JAKI, Warga di Matraman Jadi Korban Intimidasi Ini Penyebabnya

“Masyarakat kalau menemukan pelanggaran laporkan di mana saja atau ada perusahaan yang memang melanggar yang harusnya tidak berkantor, tapi malah berkantor dan melebihi kapasitas pekerja silakan laporkan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Niken Purnama warga Jalan Sukun Delapan, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, mendapat perundungan dari warga sekitar rumahnya karena melapor banyak yang mengabaikan prokes.

Petugas yang mendatangi warga tersebut kemudian membeberkan identitas Niken sebagai pelapor prokes.

“Harapan saya JAKI itu sudah bagus, jadi kayak ada harapan untuk warga yang gelisah lapor ke sana ke sini, sekarang bisa di JAKI,” katanya, Senin (12/7/2021).

Jangan sampai, kata Niken, semua pelapor di aplikasi JAKI ini mendapatkan nasib yang sama sepertinya.

Baca juga: Titin Tak Tahu Siapa yang Melapor ke Aplikasi Jaki Soal Pelanggaran Prokes di Lingkungan Rumahnya

Ia harus mendapatkan intimidasi dan bullying dari warga sekitar kediamannya yang tidak terima dilaporkan.

“Saya minta ada jaminan dari Lurah, bukan enggak ada tindakan, supaya pembullyan ini berakhir,” ucapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More

Privacy & Cookies Policy